Pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011 bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila, Komunitas Jamsosnas Indonesia (KJI) bekerjasama dengan Yayasan Kamus menyelenggarakan MILAD I KJI.
Setahun yang lalu bertepatan dengan hari Senin tanggal 16 Agustus 2010 di bulan puasa di Flores Room Hotel Borobudur Jakarta dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-65, menjadi saksi dideklarasikan berdirinya Komunitas Jamsosnas Indonesia (KJI).
Acara Milad I KJI di hadiri antara lain oleh :
- Drs Mar’ie Muhamamd Mantan Menteri Keuangan.
- Prof Dr Awaludin Djamin MPA, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Menpan.
- Drs Tjarda Mochtar MBA, Mantan Anggota DPR dan Direktur Operasi Jamsostek.
- Drs Karsono Surjowibowo, Mantan Dirjen Piutang & Lelang Negara, Mantan Sekditjen Pajak, dan Komisaris Taspen
- Sekjen PWRI, Perwakilan DPN Korpri, mantan Dirut PT Jasa Rahardja Darwin Noor, mantan direktur Operasi Taspen. Ir . Moh. Bar’i, Ketua Umum dan Sekjen KJI, Ketua Panitia, Drs Djoko Daljono
Setelah pembukaan oleh MC ibu Elvy Hudriyah dilanjutkan dengan doa pembuka oleh Bapak Kuswadi Kusman. Selanjutnya diteruskan dengan sambutan-sambutan :
Sambutan pertama oleh Ketua Panitia yang juga salah seorang Ketua KJI, Drs Djoko Daljono dan dilanjutkan oleh Dewan Pakar KJI, Prof DR Awaludian Djamin dan berikutnya, Drs Achmad Subianto, MBA, Ketua Umum KJI
Subianto menyampaikan selamat datang atas kehadiran para undangan dan terima kasih kepada semua pihak sehingga dapat terselenggara acara ini yaitu Milad I KJI, Halal Bihalal sekaligus memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
Juga menyampaikan permintaan maaf karena seyogyanya acara Milad I KJI diadakan pada 16 Agustus 2011 di Hotel Borobudur tetapi tidak berhasil dilaksanakan. Untuk itu pengurus KJI meminta maaf kepada Pendiri. Alhamduliallah akhirnya acara bisa diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2011 di Ruang Kalimantan dan Maluku , Hotel Shangrila.
Dengan dilaksanakan pada 1 Oktober 2011 ada keuntungannya :
- KJI siap dengan logonya
- KJI siap untuk meluncurkan 2 buku sekaligus dari Ketua Umum dan Sekjennya.
- Buku “SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL” Edisi ke 2, karya Drs Achmad Subianto MBA
- Buku “SIAPA PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL NASIONAL” karya Achmad Mochtarom SH, MM.
- Majalah baru dengan nama JAMINAN SOSIAL juga telah siap diluncurkan yang dipersiapkan oleh tim Gibon Books.
Undangan selain memperoleh dua buku diatas juga menerima 2 buku mengenai Reformasi Kesejahteraan Aparatur Negara dan Buku Ekonomi Indonesia Hanya Bergantung Kepada Dua Pilar, keduanya karya Drs. Achmad Subianto MBA.
Dengan demikian alat perjuangan KJI telah siap yaitu website : http://jamsosnas.com yang diluncurkan pada 16 Agustus 2010 dan buku SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL yang diharapkan menjadi panduan(textbook) untuk mengembangkan Jaminan Sosial di Indonesia dan Majalah JAMINAN SOSIAL yang diluncurkan 1 Oktober 2011.
Subianto menyampaikan bahwa meskipun perencanaan telah disusun dengan baik namun ternyata rencana Allah Swt yang berjalan. Bahkan hari itu selain tokoh senior seperti Bapak Awaludin Djamin, yang mengenalkan Sistem Jaminan Sosial di Indonesia dan Bapak Mar’ie Muhammad hadir pula tokoh muda DR Riant Nugroho, ahli Public Policy yang akan membedah kedua buku tersebut .
Selaku Ketua Umum KJI dan Ketua Yayasan Kamus, Subianto sangat berbangga dan bergembira dengan anggota pendiri Yayasan Kamus yang mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah/Negara menjadi pejabat di Kementerian BUMN dan BUMN yaitu :
- Bapak DR Ir Irnanda Laksanawan menjadi Deputi Kementerian BUMN
- Bapak Drs. Gatot Mardiwasisto Tresnadi menjadi Direktur BRI.
- Bapak Ir Harry Fajar, Direktur Keuangan PT Dahana
Selanjutnya Subianto menjelaskan perjalanan KJI selama 1 tahun bahwa banyak persoalan yang terkait dengan Jaminan Sosial yang diangkat media. Namun fakta menunjukkan bahwa :
- Tidak semua orang mau mengatakan bahwa UU No 40 Tahun 2004 itu cacat.
- Memang benar kejujuran orang Indonesia dalam titik yang terendah. Kejujuran adalah akhlak pertama yang menjadi ciri manusia selain keadilan dan kebenaran.
- DPR memaksakan kehendak untuk membangun sesuatu diatas ketidak sempurnaan. BPJS dipaksakan untuk “life” padahal Undang undang yang mewadahinya yaitu Undang-undang 40 Tahun 2004 kualitasnya rendah…. cacat.
- Oleh karena itu dalam majalah perdana JAMINAN SOSIAL topik utamanya adalah SEMPURNAKAN SJSN, REALISASIKAN BPJS bukan sebaliknya Realisasikan BPJS, Sempurnakan SJSN. Yang terakhir ini adalah kemauan anggota Dewan Yang terhormat.
- Subianto menyampaikan bahwa dirinya adalah saksi hidup lahirnya UU No 40 Tahun 2004 bersama Bapak Tjarda Mochtar.
- Banyak kedzaliman terjadi di negeri ini :
PNS/Aparatur Negara disuruh kerja berat terutama PNS daerah untuk menerima saudara-saudaranya dari Jakarta di menjelang Hari Raya tetapi selama mereka bekerja tidak ada THR.
Pemerintah seolah-olah menolong dengan memberikan gaji September untuk bulan Agustus supaya dapat merayakan Lebaran tetapi dalam bulan September ” mlongo” karena penghasilannya telah habis disaat menyambut Lebaran.
- Subianto juga Ketua Komisi Pengawas BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) menjelaskan pertemuannya dengan Bapak Presiden SBY di kediaman Puri Cikeas ketika SBY menyerahkan Zakat. Telah diserahkan tulisan mengenai persoalan merger dan tidak merger BPJS dan kelemahan Undang-undang No 40 Tahun 2004.
Subianto mengharapkan agar masyarakat dapat berlangganan Majalah JAMINAN SOSIAL yang insya Allah akan terbit setiap bulan.
Untuk tahun kerja 2011 ada satu program KJI yang belum terlaksana yaitu MENATA KEMBALI INDONESIA. KJI berharap ada yang dapat memberikan sponsor sehingga rencana ini dapat terlaksana. Jika KJI berusaha membangun pilar 3 dari SJSN maka ada turunannya yaitu KJHI yang berusaha membangun Tabungan Haji Nasional yang merupakan pilar ke 4. Pilar ke 3 dan ke 4 akan melengkapi Pilar ke 1 yaitu Fiskal dan pilar ke 2 Moneter.
Setelah Sambutan dilanjutkan dengan peluncuran logo KJI dan diteruskan dengan Buku dan Majalah JAMINAN SOSIAL.
Seterusnya dilanjutkan pembahasan buku SJSN dan buku Siapa Penyelenggara Jaminan Sosial oleh Prof Awaludin Djamin, Drs Mar’ie Muhammad, Drs. Karsono Surjowibowo dan DR Riant Nugroho dengan moderator Sekjen KJI.
Subianto menjelaskan bahwa semua Millestone dari KJI telah diwujudkan yaitu :
- Telah ada logo KJI
- Buku Sistem Jaminan Sosial Nasional edisi ke 2 karya Ketua KJI, Bapak Achmad Subianto yang diharapkan menjadi pegangan dalam merumuskan SJSN.
- Buku Siapa Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional merupakan karya Sekjen KJI, Bapak Achmad Mochtarom, merupakan kontribusi positif dalam merumuskan BPJS.
- Kehadiran Majalah JAMINAN SOSIAL, menambah lengkap sarana perjuangan KJI, setelah tahun yang lalu meluncurkan website: http://jamsosnas.com.
Saat ini adalah waktu yang tepat bagi KJI memberikan sumbangan kepada bangsa dan Negara, demi terwujudnya masyarakat sejahtera dengan memberikan solusi yang tepat dan ‘smart’ untuk mengatasi berbagai kebuntuan yang terjadi selama ini.
Jakarta, 5 Oktober 2011







Seingat saya UU No.40 tahun 2004 ttg SJSN disyahkan pada saat 2 hari lagi Presiden Megawati akan lengser, adalah wajar jika UU No.40 tahun 2004 masih banyak kelemahan. Sebaiknya disempurnakan terlebih dahulu baru kemudian ditindaklanjuti dengan UU BPJS. Untung ada KJI yg memberikan kajian SJSN secara komprehensif shg masyarakat menjadi faham. “Bravo KJI teruskan perjuanganmu”
Tanpa mengurangi rasa hormat pada anggota DPR dan Pemerintah, Saya menilai Program Jaminan Sosial Nasional adalah bom waktu yang suatu saat akan meledak sangat dahsyat, sedikit saja kita terkena krisis ekonomi, negara akan kolaps seperti Yunani saat ini, uang negara habis untuk menanggung begitu besar untuk jaminan kematian, kesehatan hari tua, dll. Lebih baik uang negara dipergunakan untuk membuka kesempatan kerja menuju 0% jobless, analoginya : daripada pemerintah menanggung pengobatan kakek umur 75th yg sakit kanker yg secara medis sudah diprediksi sulit sembuh lebih baik uangnya diberikan kepada anaknya utk modal usaha atau cucunya diberi pekerjaan tetap